Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2016

Cara Budidaya Rambutan Agar Berbuah Lebat

Buah yang memiliki kulit yang menyerupai rambut ini menyebabkan buah tersebut di sebut Rambutan, Buah yang sangat baik tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia ini dapat mencapai ketinggian lebih dari 6 meter. Buah rambutan yang dapat dijumpai di hampir semua daerah Indonesia ini selain memiliki rasa yang enak juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, berikut beberpa manfaat rambutan bagi kesehatan:

*Sebagai Antioksidan, Kandungan Vit C yang terdapat dalam buah rambutan dapat menangkal radikal bebas.
*Meredakan Anemia, Zat besi yang terdapat dalam buah rambutan sangat baik untuk meredakan masalah anemia.
*Membersihkan Ginjal, kandungan fosfor dalam buah rambutan sangat berperan dalam membersihkan limbah-limbah yang mengendap di ginjal.
*Menjaga kesehatan mata, buah rambutan mengandung banyak Vit A yang berfungsi menjaga kesehatan mata.




Tanaman Buah Rambutan memiliki banyak jenis yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, diantaranya:
Rapiah (Pasar minggu)
Bahrang (Langkat),
Lebak bulus (Pasar minggu),
Sibatuk Ganal (Sungai Andai, Kalimantan Selatan),
Nona (Kampar, Riau),
Binjai (Pasar minggu)
Antalagi (Sungai Andai, Kalimantan Selatan),
Sibongkok (Sungai Luhut, Kalimantan Selatan),
Garuda (Sungai Andai, Kalimantan Selatan)
Tangkue Lebak (Kecamatan Maja, Banten),
Narmada (NTB)

Untuk membudidayakan tanaman Rambutan dapat dilakukan secara generative (biji), dan juga vegetative (stek batang). Pohon rambutan yang ditanam dari biji akan memiliki waktu lebih lama untuk berbuah yaitu sekitar 6-7 tahun baru berbuah, namun rambutan yang ditanam dengan stek batang (cangkok) akan membuahkan hasil dalam waktu sekitar 2 tahun. Silahkan anda pilih cara mana yang akan anda pilih, di artikel kali ini yang dibahas adalah mengenai cara menanam rambutan dengan stek batang, hal ini bertujuan untuk menghasilkan pohon rambutan yang cepat menghasilkan buah.

1.Menyiapkan Bibit

Langkah mempersiapkan bibit dimulai dengan memilih jenis rambutan yang sesuai keinginan dan yang memiliki silsilah tumbuh yang bagus di daerah anda. Membuat bibit rambutan yang akan ditanam dengan vegetative dapat dilakukan dengan mencangkok dahan rambutan yang tidak terlalu muda dan juga jangan terlalu tua atau juga bias dilakukan dengan okulasi. Jika tidak mau repot dapat membeli bibit di kios-kios yang menjual bibit-bibit tanaman, anda dapat memilih bibit sesuai dengan keinginan. Jika membeli bibit jadi dari kios yang perlu anda perhatikan adalah kondisi bibit jangan yang terserang hama, tanaman terlihat subur, dan memiliki calon-calon cabang.



2. Membuat Lubang Tanaman



Cari lokasi yang cukup luas di pekerangan anda, karena pohon rambutan akan cukup rindang dan memerlukan area yang luas. Buatlah lubang dengan ukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Isi lubang dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos, dan biarkan saja lubang selama 2-3 minggu sebelum ditanami. Hal ini bertujuan untuk memastikan pupuk tercampur sempurna dan unsur hara stabil setelah dilakukan penggalian.


3. Menanam Pohon Rambutan

Setelah lubang didiamkan selama 2 -3 minggu, selanjutnya bibit rambutan yang disiapkan dapat ditanam. Tanamlah bibit dengan melepas pembungkus cangkok (jika bibit hasil cangkok) atau membuka polybag (jika hasil okulasi). Tanamlah bibit pada bagian tengah lubang dengan tetap menyertakan Tanah cangkokan atau okulasi. Tutup lubang dengan Tanah sisa yang ada di sekitar lubang dengan dicampur pupuk kandang kembali dengan perbandingan 1:1


4.Merawat Tanaman Rambutan

Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan rumput yang mungkin tumbuh di sekitar tanaman rambutan, dan lakukan pemupukan ulang saat rambutan berusia 6 bulan setelah tanam dengan menggunakan pupuk kandang dengan menaburkan di sekitar batang pohonnya.


5. Pemanenan Buah Rambutan

Buah rambutan yang ditanam dari stek batang atau okulasi akan berbuah sekitar 2 -3 tahun setelah tanam. Cara memetik buah yang benar adalah dengan memotong tangkai buahnya, jangan mengambil buahnya saja.

Cara menanam buah rambutan ini sangat mudah dan dapat menghasilkan rambutan yang cepat berbuah. Selain memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan, rambutan juga memiliki rasa yang enak dan segar. Tidak semua rambutan memiliki rasa yang manis, ada buah rambutanyang memiliki rasa sedikit masam yang terkesan lebih segar. Manfaatkan lahan kosong di perkarangan rumah atau kebun anda untuk budidaya rambutan.

Tips Supaya Pohon Rambutan Berbuah Lebat Dan Sudah Terbukti  Adapun saran tersebut yakni sederhana saja, pada sore hari taruhlah sampah-sampah dibawah pohon. Dan selanjutnya sampah itu dibakar agar asap dari hasil pembakaran itu bisa mengasapi daun-daun pohon tersebut. Buktinya pohon rambutan yang sebelumnya berbuah hanya dihitung dengan jari akhirnya bebuah lebat. 

Semoga Artikel Ini Dapat lebih Membantu Bagi para Petani Buah Untuk Makin Sukses,Selamat Mencoba...

Selasa, 16 Februari 2016

Cara Budidaya Durian Dalam Pot Agar Berbuah Cepat Dan Lebat

TABULAMPOT adalah akronim dari Tanaman Buah dalam Pot dan istilah ini baru populer beberapa tahun belakangan ini. Kita akan membahas mengenai cara menanam buah durian dalam pot. Siapa tidak tertarik dengan rasa legit buah durian? Ya, buah satu ini sangat digemari orang karena kelezatan dan kelegitan buah yang tiada duanya ini. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang ketagihan mengonsumsi buah berkulit duri ini. Pamor buah berduri ini kian melonjak seiring cita rasa manis dan legitnya yang mendunia. Bahkan, durian memperoleh sebutan rajanya buah-buahan. Tidak hanya itu, orang-orang juga banyak yang ingin membudidayakan sendiri durian di pekarangan rumah atau kebun. Untuk itu, ada cara menanam durian dalam pot yang mudah dan praktis.

Seiring kemajuan zaman termasuk bisnis tanaman buah dalam pot yang mulai berkembang maka banyak orang yang menyebut istilah budidaya durian dalam pot dengan sebutan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Memang, durian bukan jenis tanaman yang mudah ditanam pada media pot. Cara menanam durian dalam pot membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Menanam durian yang baik sebenarnya langsung di media tanam langsung pada tanah. Banyak hal yang bisa menyebabkan kegagalan menanam durian di media seperti itu. Hanya saja, durian masih bisa tumbuh di media tabulampot.





Cara menanam durian dalam pot tidak segampang seperti di tanah langsung. Biasanya, durian yang ditanam di pot bunganya sulit untuk tumbuh maksimal. Bahkan sampai menjadi buah yang matang sangat sulit. Tidak jarang buah hanya bisa bertahan hingga dewasa lalu rontok dengan sendirinya. Menanam durian yang baik membutuhkan media tanam yang luas dan tidak terbatas. Sebab, durian termasuk tipe tanaman yang berakar besar dan memanjang ke samping. Oleh sebab itu, media pot kurang cocok untuk durian.

Media pot yang memiliki volume terbatas sangat membatasi pertumbuhan akar. Akhirnya, kebutuhan unsur hara bagi tanaman akan tersendat. Nah, guna mengatasi hal itu sebaiknya Anda menyiasatinya dengan pemenuhan unsur hara yang sesuai kebutuhan dalam media pot tersebut. Cara menanam durian dalam pot lebih membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Dengan begitu, tanaman juga bisa tumbuh seperti biasanya. Untuk itu, menanam durian yang baik pada media pot juga harus memikirkan asupan nutrisi atau gizi bagi tanaman. Sebab, asupan nutrisi bagi tanaman bisa menjaga pertumbuhan tetap prima.





Yang tidak boleh dilupakan adalah cara menanam durian dalam pot memerlukan media berupa pupuk kandang serta tanah liat secara seimbang. Ya, jika menggunakan perbandingan yaitu sekitar 1: 1. Artinya, kebutuhan tanah liat dengan pupuk sama. Setelah dirasa cukup umur, durian siap dipindahkan ke tanah. Sebab, media pot hanya bisa digunakan ketika tanaman kecil hingga beranjak dewasa. Kemudian, durian harus dipindahkan ke tanah yang sebelumnya tanah harus dilubangi. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran polibag pada pot. Sebelumnya, tanah diberi pupuk buatan sebagai penunjang kesuburan tanahnya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk fosfor berupa TSP dengan takaran 2 sendok makan atau 20 gram.

Pupuk tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan akar. Setelah itu, taburkan furadan untuk meminimalisir munculnya patogen pada tanah. Untuk ukurannya hampir sama dengan pemberian pupuk fosfor di atas. Kemudian, seusai tanaman dibenamkan ke dalam tanah, di atasnya diberi lagi pupuk TSP serta furadan dengan dosis serupa. Cara menanam durian dalam pot ini memang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Dengan begitu, Anda bisa menikmati hasil yang maksimal.

Minggu, 14 Februari 2016

Budidaya Jambu Crystal Yang Mudah dan Cepat Serta Berbuah Lebat

Jambu Biji Kristal adalah mutasi dari residu Thailand Pak, ditemukan pada tahun 1991 di Kabupaten Kao Shiung -Taiwan. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Taiwan Technical Mission. Jambu Kristal sebenarnya tidak benar-benar Berbiji seperti kristal namu hanya jumlah biji kurang dari 3% / 1 buah, jambu kristal sepintas hampir tidak ada biji.


Budidaya jambu kristal memang masih sangat sedikit peminatnya namun disitulah letak peluang bisnis yang sebenarnya. Karene Semakin sedikit pesaing bakal semakin banyak permintaanya. Berikut adalah tata cara budidaya jambu kristal yang baik dan benar.





Berikut Beberapa Tekhnik Yang Harus Dilakukan:

*Pengolahan Tanah


Tanah tidak harus rata, tanah miring di bukit juga bisa digunakan untuk budidaya penanaman jambu kristal ini dengan cara menciptakan sengkedan (teras) pada bagian yang curam, untuk penggemburan bisa dengan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30cm secara merata.

Selanjutnya, diberikan pupuk kandang/kompos dengan dosis 40kg/m persegi, Kemudian membuat bedengan dengan ukuran 1,20 M dengan panjang disesuaikan dengan lahan penanaman. Untuk penanaman dalam pot menggunakan media tanam : Tanah, Pupuk kandang/kompos, dan Sekam dalam rasio 1:2:2, Di usahakan di buat sebelum tanam, dasar pot diisi dulu dengan kerikil/batu apung/busa.

*Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan penyulaman mutlak harus dilakukan, gulma-gulma yang mengganggu tanaman harus disiangi sampai radius 1,5-2m sekitar lahan budidaya. Ketika bibit mati harus segera diganti dengan bibit baru yang bagus.

Penyiangan dilakukan dengan membuan tunas yang ada dibatang utama dengan tujuan agar buah maksimal, besar dan manis. Setiap 1 bulan sekali tanah di sekitar tanaman harus dilakukan pembalikan dan mengolah tanah agar tetap lembut sampai tanaman benar-benar kuat.

Perempalan/pemangkasan pada tepi ujung dilakukan setelah tanaman 2 tahun. sehingga tanaman akan mendapatkan tajuk dan ranting yang lebat dan rimbun. Selain untuk mendadapatkan tanjuk yang rimbun juga untuk membentuk tanaman guna memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tatap terpelihara. Pemangkasan juga dilakukan setiap tanaman habis dipanen.


*Pemupukan

Pemupukan Harus Dilakukan Secara Berkala Supaya Kesuburan Tanah Tetap Terjaga.Berikut Aturan Pemupukannya:

1. Pada tahun 0-1 tahun umur penanaman bibit setiap pohon diberi pupuk dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 5 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK yang ditabur disekitar tanaman atau dimasukkan kedalam lubang yang digali sedalam 30 cm dengan lebar 40 cm kemudian tutup kembali dengan tanah galian tadi

2. Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun dilakukan dengan campuran NPK 250 gram/pohon dan TSP 250 gram/pohon dan diulang setiap 3 bulan sekali dengan takaran yang sama.

3.  Pemupukan tanaman umur diatas 3 tahun, kalau pertumbuhan tunas sudah kurang bagus berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama berarti tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/tanaman.


*Pengairan Dan Penyiraman 

1. Selama 2 minggu setelah bibit transplantasi perpindahan dari persemaian, penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Dan minggu-minggu berikutnya dikurangi menjadi 1 kali sehari adalah di sore hari.

2. Jika tanaman jambu kristal telah tumbuh benar-benar kuat, frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dilakukan saat diperlukan.

3. Dan jika hujan terlalu lebat disekitar tanaman yang dibudidayakan di usahakan tidak dibanjiri air menggenang dengan menciptakan jalur atau parit untuk mengalirkan air.

4. Sebaliknya pada musim kemarau, bila tanah sudah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang lebih 3000 m2 dan dilakukan sekali setiap sore.

*Pengendalian Hama Dan Penyakit

Hama dan penyakit pada tanaman ini antara lain : ulat daun, kumbang buah, Jamur karat merah, kutu putih, Jamur embun jelaga, Kutu kebul dan lalat buah.

Untuk lalat buah dapat dilakukan pengendalian dengan cara membungkus buah tapi, Jika serangan meningkat dapat dikontrol dengan umpan beracun, penyemprotan tanaman dengan insektisida dengan bahan aktif klorpirifos bila diperlukan. Dan perangkap atau perangkap dengan atraktan dengan bahan aktif metil eugenol, jika dirasa terlalu mahal bisa digunakan air rebusan selasih atau pala yang juga mengandung metyl eugenol.

Pembungkus buah dapat dilakukan setelah kelopak itu hampir jatuh dengan penggunaan plastik bening. Sebelum dibungkus plastic bisa disarungi dulu dengan jarring buah yang terbuat dari bahan sterofoam.

*Pemanenan

Secara umum, buah jambu kristal dapat di panen setelah usia 2 tahun, tetapi dengan bibit cangkokan jambu Kristal bisa cepat berbuah saat umur 6 bulan saja sudah bisa berbuah. Dan dapat dipanen ketika jambu memiliki warna putih kekuningan bila dibandingkan dengan buah yang masih hijau dan belum tua. Tinggal penyortiran untuk memisahkan buah sesuai dengan kualitas mereka, dan siap dipasarkan.






Sabtu, 13 Februari 2016

Bisnis Jamur Yang Menjanjikan Omzet Menggiurkan

Bagi Para Vegetarian Pastinya sudah Tidak Asing Dengan Nama Jamur.Namun Yang Akan Kita Bahas Disini Adalah Jamur Kancing (Agaricus bisporus). Bagi Para Vegen Sebutan Untuk Vegetarian,Jamur Biasa Dimasak Untuk Pengganti Daging.






Jamur kancing (Agaricus bisporus) yang biasa disebut juga dengan jamur champignon atau button mushroom telah dibudidayakan masyarakat sejak abad ke-17 di Perancis. Rasanya yang nikmat seperti daging dan harganya yang cendrung mahal, menjadikan jamur kompos ini dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang usaha.

Untuk membantu Anda yang tertarik menekuni bisnis budidaya jamur kancing, mari kita bahas bersama beberapa tahapan yang perlu dipersiapkan agar bisnis yang dijalankan bisa berjalan lancar.

*Persiapan bibit
  • Dikarenakan Anda menjalankan bisnis budidaya jamur skala kecil, maka sebaiknya pilih bibit jamur F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa panen tiba.                                                                                                               *Teknik Budidaya Jamur
Pada umumnya teknik budidaya jamur kancing memiliki tahapan yang hampir sama dengan cara budidaya jamur merang. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :

*Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Untuk pembudidayaan jamur kancing, media tanam yang digunakan terbuat dari campuran jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), bekatul (3%), dan ditambahkan urea (9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%).
*Tahapan kedua yaitu proses pengomposan. Caranya dengan memotong jerami padi dengan ukuran 10-15 cm, dicuci hingga bersih dan ditiriskan sampai kelembapannya 65%. Selanjutnya tumpuk jerami dengan ukuran 10-15 cm dan tambahkan media lain berupa bekatul dan kapur diatasnya. Susun lapisan media tersebut berselang-seling antara jerami padi dengan campuran bekatul dan kapur. Pada hari berikutnya lakukan pembalikan, agar campuran media merata dan tambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Pada hari ke enam media ditambahkan dengan ZA 1%, dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Sedangkan pada hari ke sepuluh, tambahkan TSP sebanyak 1,2% lalu aduk-aduk dan diamkan selama 12-17 hari.
*Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur, dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60°-65°C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65°-75°C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40°-45°C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40°-45°C selama kurang lebih 70 jam.
*Tahapan berikutnya yakni penanaman bibit jamur. Setelah suhu ruangan turun menjadi 32°C, maka bibit jamur kancing sudah bisa ditanam. Untuk rak budidaya jamur dengan ukuran 3 m x 1 m, biasanya dibutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220 cc. Untuk tahapan ini dibutuhkan suhu ruangan ideal berkisar 28,8°-30° C pada daerah dataran tinggi, dan suhu 24,4°-26,6° C pada dataran rendah. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% maka bibit jamur kancing akan menunjukan pertumbuhan miseliumnya pada usia 12-14 hari.
*Proses selanjutnya yaitu casing atau pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tanah yang digunakan sebagai casing harus tanah cokelat serta berpori, selain itu pH tanah sekitar 6,2-8, dan yang paling penting terbebas dari hama ataupun penyakit. Sebelum tanah digunakan, sterilisasikan terlebih dahulu dengan uap panas pada suhu 70°C selama 2-4 jam dengan ditambahkan 2 liter formalin sebanyak 40% per m3 tanah.
Setelah 9-14 hari setelah masa casing dilakukan, biasanya tubuh buah mulai muncul. Untuk itu, bukalah ventilasi pada rumah kumbung jamur agar proses pertumbuhan jamur kancing bisa lebih cepat (biasanya tiga hari kemudian jamur sudah bisa dipanen).